Total Tayangan Halaman

Minggu, 27 Mei 2012

PROSES SOSIAL


PROSES SOSIAL
Proses sosial adalah pengaruh timbal balik atau interaksi antara  berbagai segi kehidupan bersama
Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial
Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.
Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
1.      Kontak Sosial (Social-Contact)
Dapat terjadi secara langsung atau primer tetapi dapat pula secara tidak langsung melalui perantara atau sekunder.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu:
a.       Antara orang perorangan
b.      Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya.
c.       Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.  
2.      Komunikasi
Komunikasi dapat diartikan bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perikelakuan orang lain, perasaan-perasaan apa yang disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan orang lain terhadapnya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
1.    Proses Asosiatif
a.       Kerjasama
Kerjasama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (in-gropnya) dan kelompok lainnya (out-groupnya). Kerjasama mungkin akan bertambah kuat bila ada bahaya yang mengancam atau ada tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional telah tertanam di dalam kelompok.
Charles H. Cooley memberi pengertian tentang kerjasama sebagai berikut “kerjasama timbul bila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerjasama yang berguna”.
b.      Akomodasi
Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu:
·         Merujuk pada suatu keadaan dan untuk merujuk pada suatu proses akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti keadaan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara individu dan kelompok sehubungan dengan norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat.
·         Sebagai suatu proses, akomodasi merujuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan.
2.        Proses Disosiatif
a.       Persaingan
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum dengan menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan .
Bentuk-bentuk persaingan antara lain (1) persaingan ekonomi (2) persaingan kebudayaan, (3) persaingan untuk mencapai suatu kedudukan (status) dan peran tertentu dalam masyarakat dan persaingan karena ras.
b.      Pertentangan (konflik)
Pertentangan atau pertikaian merupakan suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan menantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
Pertentangan mempunyai fungsi positif bila pertentangan-pertentangan yang menyangkut suatu tujuan, nilai atau kepentingan, sepanjang tidak berlawanan dengan pola-pola hubungan sosial di dalam struktur sosial tertentu. Artinya pertentangan itu dapat dikendalikan, sehingga memungkinkan adanya penyesuaian kembai norma-norma dan hubungan sosial yang sesuai dengan yang diingikan
Isolasi (Kehidupan yang Terasing)
Kehidupan terasing yang sempurna ditandai dengan suatu ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain. Kehidupan terasing dapat disebabkan secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dari hubungan dengan orang lain. Perkembangan jiwa seseorang ditentukan oleh pergaulannya dengan orang-orang lain. Terasingnya seseorang dapat disebabkan oleh karena cacat pada salah satu inderanya. Terasingnya seseorang mungkin juga disebabkan karena pengaruh perbedaan rasa tau kebudayaan yang menimbulkan prasangka-prasangka. Selain itu, bisa pula keterasingan terjadi dalam sistem yang tertutup.

sosiologi pendidikan, karangan Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar