Total Tayangan Halaman

Minggu, 27 Mei 2012

PERUBAHAN SOSIAL DAN PENDIDKAN


PERUBAHAN SOSIAL DAN PENDIDKAN

Arti Perubahan Sosial dan Taraf-taraf Perubahan
Perubahan sosial merupakan fenomena yang paling sulit dan oleh karenanya paling banyak mengundang perdebatan spekulasi. Apabila para sosiolog membicarakan perubahan sosial, mereka menunjuk pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat, seperti pemerintahan, ekonomi, keluarga, atau agama. Perubahan sosial secara langsung atau tidak langsung adalah suatu akibat tindakan-tindakan manusia (Roadney D, Elliot dan Don H. Shambilin, 1992:339). Berdasarkan pada nilai-nilai yang diyakini dan presepsi-presepsi mengenai kepentingan diri, manusia mengambil tindakan yang akan mendukung perubahan sosial, atau mengambil tindakan yang akan menghalangi perubahan sosial.
Proses perubahan  sosial dapat terjadi dengan cepat, dapat terjadi perlahan- lahan dan hamper secara evolusioner. Perubahan sosial dapat direncanakan atau tidak direncanakan. Perubahan yang direncanakan sering terjadi karena sebagai suatu hasil dari manifest functions, munkin akibat tidak diantisipasinya konsekuensi-konsekuensi dari perubahan yang dirensanakan (Jeanne H. Ballantine 1983:359).
Pada umumnya ilmuan mengkonseptualisasikan adanya empat levels of analysis perubahan dalam sistem seperti sekolah (Jeane H. ballatine, 1983:359).
1.      The Individual Level berkenaan dengan perubahan yang diprakarsai oleh atau diarahkan pada pribadi-pribadi yang menganggap peranan dalam sistem kepala sekolah, guru, terhadap suatu program baru.
2.      The Organizations Level  berkenaan dengan perubahan dalam suatu sekolah. Mungkin yang dikenalkan hanya model kurikulum baru akan memerlukan perubahan-perubahan dalam segi fisik dan struktur peranan sekolah.
3.      The Institutionla or societal level berkenaan dengan perubahan sistem, yang luwes. Ini biasanya berhubugan dengan perubahan-perubahan pada bagian-bagian lain dari masyarakat sebagai contoh, perubahan dalam institusi politik dan strruktur politik suatu bangsa sering berakibat perubahan-perubahan kebijakan pendidikan.
4.      The Cultural Level berkenaan dengan perubahan-perubahan dalam sikap-sikap dan nilai-nilai masyarakat. Sikap-ssikap dari masyarakat sering pula lamban berubah, ketinggalan di belakang inovasi-inovasi teknologi.

Sumber-sumber Perubahan Sosial
1.        Teknologi dan Tata Ekonomi
Teknologi merupakan kombinasi kebudayaan material dan non material. Penggunaan teknologi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kita pegang, keadaan suatu masyarakat dapat memutuskan untuk menggunakannya dalam cara tertentu untuk memperoleh tujuan tertentu sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi.
Sepanjang sejarah, inovasi-inovasi teknologis seringkali telah menjadi suatu kekuatan penggerak dalam perubahan sosial. Teknologi selain mempunyai pengaruh positif pada kehidupan manusia juga mempunyai akibat-akibat negatif.
Perubahan-perubahan dalam teknologi sering mendasar transformasi-transformasi pokok dalam tata ekonomi.
2.        Ide-ide
Perubahan sosial dapat bermula dalam kebudayaan non material, khususnya dibidang ide-ide dan keyakinan-keyakinan.
3.        Perubahan komposisi penduduk
Apabila penduduk bertambah dengan cepat, masyarakat dihadapkan dengan perjuangan untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup bagi para warganya- pangan, air, papan (perumahan), pekerjaan. Dalam keadaan-keadaaan yang demikian, tidak mungkin ada surplus ekonomi yang berarti untuk meningkatkan standar hidup penduduk.
4.        Kontak budaya dan difusi
Penyebaran suatu unsur budaya dari sekelompok orang kepada kelompok lain dalam suatu masyarakat atau antara masyarakat, disebut difusi. Difusi dapat berupa artifacts material atau dalam kebudayaan non material.

1 komentar:

  1. artikel nya bagus kak .. membantu banget
    main ke blog aku ya .. naufalmusa.blogspot.co.id

    BalasHapus