PERUBAHAN
SOSIAL DAN PENDIDKAN
Arti
Perubahan Sosial dan Taraf-taraf Perubahan
Perubahan sosial
merupakan fenomena yang paling sulit dan oleh karenanya paling banyak
mengundang perdebatan spekulasi. Apabila para sosiolog membicarakan perubahan
sosial, mereka menunjuk pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur
masyarakat, seperti pemerintahan, ekonomi, keluarga, atau agama. Perubahan
sosial secara langsung atau tidak langsung adalah suatu akibat
tindakan-tindakan manusia (Roadney D, Elliot dan Don H. Shambilin, 1992:339).
Berdasarkan pada nilai-nilai yang diyakini dan presepsi-presepsi mengenai
kepentingan diri, manusia mengambil tindakan yang akan mendukung perubahan
sosial, atau mengambil tindakan yang akan menghalangi perubahan sosial.
Proses perubahan sosial dapat terjadi dengan cepat, dapat
terjadi perlahan- lahan dan hamper secara evolusioner. Perubahan sosial dapat
direncanakan atau tidak direncanakan. Perubahan yang direncanakan sering
terjadi karena sebagai suatu hasil dari manifest functions, munkin akibat tidak
diantisipasinya konsekuensi-konsekuensi dari perubahan yang dirensanakan
(Jeanne H. Ballantine 1983:359).
Pada umumnya ilmuan
mengkonseptualisasikan adanya empat levels
of analysis perubahan dalam sistem seperti sekolah (Jeane H. ballatine,
1983:359).
1.
The
Individual Level berkenaan dengan perubahan yang
diprakarsai oleh atau diarahkan pada pribadi-pribadi yang menganggap peranan
dalam sistem kepala sekolah, guru, terhadap suatu program baru.
2.
The
Organizations Level berkenaan dengan perubahan dalam suatu
sekolah. Mungkin yang dikenalkan hanya model kurikulum baru akan memerlukan
perubahan-perubahan dalam segi fisik dan struktur peranan sekolah.
3.
The
Institutionla or societal level berkenaan dengan
perubahan sistem, yang luwes. Ini biasanya berhubugan dengan
perubahan-perubahan pada bagian-bagian lain dari masyarakat sebagai contoh,
perubahan dalam institusi politik dan strruktur politik suatu bangsa sering
berakibat perubahan-perubahan kebijakan pendidikan.
4.
The
Cultural Level berkenaan dengan perubahan-perubahan
dalam sikap-sikap dan nilai-nilai masyarakat. Sikap-ssikap dari masyarakat
sering pula lamban berubah, ketinggalan di belakang inovasi-inovasi teknologi.
Sumber-sumber
Perubahan Sosial
1.
Teknologi dan Tata Ekonomi
Teknologi merupakan kombinasi
kebudayaan material dan non material. Penggunaan teknologi juga dipengaruhi
oleh nilai-nilai yang kita pegang, keadaan suatu masyarakat dapat memutuskan
untuk menggunakannya dalam cara tertentu untuk memperoleh tujuan tertentu
sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi.
Sepanjang sejarah, inovasi-inovasi
teknologis seringkali telah menjadi suatu kekuatan penggerak dalam perubahan
sosial. Teknologi selain mempunyai pengaruh positif pada kehidupan manusia juga
mempunyai akibat-akibat negatif.
Perubahan-perubahan dalam teknologi
sering mendasar transformasi-transformasi pokok dalam tata ekonomi.
2.
Ide-ide
Perubahan sosial dapat bermula
dalam kebudayaan non material, khususnya dibidang ide-ide dan
keyakinan-keyakinan.
3.
Perubahan komposisi penduduk
Apabila penduduk bertambah dengan
cepat, masyarakat dihadapkan dengan perjuangan untuk menyediakan
kebutuhan-kebutuhan hidup bagi para warganya- pangan, air, papan (perumahan),
pekerjaan. Dalam keadaan-keadaaan yang demikian, tidak mungkin ada surplus
ekonomi yang berarti untuk meningkatkan standar hidup penduduk.
4.
Kontak budaya dan difusi
Penyebaran suatu unsur budaya dari
sekelompok orang kepada kelompok lain dalam suatu masyarakat atau antara
masyarakat, disebut difusi. Difusi dapat berupa artifacts material atau dalam kebudayaan non material.
artikel nya bagus kak .. membantu banget
BalasHapusmain ke blog aku ya .. naufalmusa.blogspot.co.id